BERGANTUNG HANYA PADA TUHAN
“… juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu
kepada orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga,
kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.”
(Luk. 18:22)
Arsenius The Great adalah guru di kerajaan Roma. Sebagai seorang yang penting bagi raja, ia hidup sangat mewah di istana. Namun, kemudian ia meninggalkan semua kemewahan itu dan menjadi petapa di Mesir. Arsenius sangat dihormati di antara para Bapa Padang Gurun. Pengajarannya sangat memengaruhi perkembangan gaya hidup asketisme dan kontemplatif.
Sahabat Lansia, usia tua tidak menjadi jaminan bahwa kita pasti terbebas dari godaan akan harta dan kuasa. Bukankah sering kali kita masih mengejar kemapanan dan kenyamanan? Berbeda dengan Arsenius, kita mungkin masih ingin memiliki banyak hal, entah itu barang-barang maupun “kehormatan” sosial: pujian, prestasi, status sosial, dan sebagainya. Padahal, tidak semua hal itu berguna atau betul-betul kita butuhkan serta membawa kebahagiaan bagi kita. Yesus menyuruh seorang yang mempunyai banyak harta untuk menjual hartanya, membagi-bagikannya kepada orang miskin, dan mengikuti-Nya. Yesus mengajak orang itu untuk melepaskan diri dari ikatan ketergantungan akan harta milik. Ia menantang orang itu untuk hanya memusatkan diri pada Allah dan bergantung hanya kepada-Nya. Beranikah kita juga menerima tantangan Yesus bila itu dikatakan kepada kita?
DOA:
Tuhan, jauhkanlah kami dari godaan
untuk mengumpulkan terlalu banyak.
Biarlah kami mencukupkan diri dengan apa yang ada
dan bergantung hanya kepada-Mu. Amin.
Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:
Rp. 70.000,-/tahun
Rp. 8.000,-/eksemplar
Pembayaran melalui:
Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua
A/C No. 165 0000 558743
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Marketing
BCA Bidakara
A/C No. 450 558 9999
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Persembahan Kasih melalui:
BCA Bidakara
A/C No. 450 305 2990
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama