
SAAT TAK LAGI DI UJUNG TANDUK
Bacaan: Mazmur 30

Ketika aku hidup sentosa aku pernah berkata, “Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!”
(Mzm. 30:7)
Seorang ibu, sujud di hadapan Tuhan. Untuk pertama kalinya dia berdoa dengan menyebut nama Tuhan Yesus. Ya, imannya memang berbeda dengan iman putrinya. Ia belum mengikut Kristus. Namun kini, anak semata wayangnya sakit demam berdarah dan dirawat di ICU. Pandemi membuatnya tak bisa menjenguk putrinya. Rasanya seperti berada di ujung tanduk. “Tuhan Yesus, tolonglah sembuhkan putriku.” Doanya sungguh- sungguh. Di dalam hati dia bertekad jika putrinya sembuh, dia akan melayani Tuhan seumur hidupnya. Tekadnya itu dia pegang sampai sekarang.
Sahabat Senior, orang ingat Tuhan saat susah, itu biasa. Tetapi, orang tetap bertekad menyenangkan hati Tuhan saat kesusahan telah berlalu, dan berganti dengan hidup penuh kesenangan, itulah iman yang benar. Itu artinya, kita menghormati Tuhan dan bukan hanya memposisikan Tuhan sebagai suruhan kita saja. Sahabat Senior, apa kondisi Sahabat Senior saat ini? Apakah sedang merasa berada di ujung tanduk, atau sedang dalam kesenangan? Apa pun kondisi kita, tetaplah bertekad, tak akan goyah selama- lamanya. Tak akan goyah oleh sakit penyakit, kesusahan hidup. Tak akan goyah walaupun sedang menikmati kesenangan hidup. Kita akan tetap dekat dengan Tuhan.
DOA:
Bapa yang penuh welas asih, masa mencekam pernah kami alami, dan Engkau telah menolong kami. Inilah tekad kami Tuhan, bahwa kami akan memuliakan Engkau seumur hidup kami. Kami tak akan goyah. Tuhanlah yang memampukan kami. Amin.
Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:
Rp. 70.000,-/tahun
Rp. 8.000,-/eksemplar
Pembayaran melalui:
Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua
A/C No. 165 0000 558743
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Marketing
BCA Bidakara
A/C No. 450 558 9999
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Persembahan Kasih melalui:
BCA Bidakara
A/C No. 450 305 2990
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama