
YOSIA, RAJA PEMBARU

… diadakannyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti
TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya … dengan segenap hati …
Dan seluruh rakyat mendukung perjanjian itu.
(2 Raja-raja 23:3)
“Teman-teman, aku mengusulkan supaya di kelas kita ada jadwal piket membersihkan papan tulis dan meja guru,” ujar Didi di depan kelas. Teman-teman setuju melakukannya demi kebersihan dan kenyamanan belajar. Ibu Lina sebagai wali kelas juga senang dengan perubahan ini.
Adik-adik, Raja Yosia melakukan yang benar di mata Tuhan. Ia tidak mau umat Tuhan menyembah berhala. Ia pun membuat perintah supaya orang-orang Yehuda bertobat, mengakui dosa dan berbalik kepada Tuhan. Mari kita membaca 2 Raja-raja 23:1-6! Pembaruan Yosia mengikuti prinsip Alkitab bahwa penting sekali untuk membangun rohani yang sungguh. Apabila pertobatan terjadi, kebiasaan-kebiasaan buruk ditinggalkan dan hidup sesuai dengan perintah Tuhan.
Adik-adik, kita juga adalah pembaru. Orang lain akan melihat cara hidup kita dan kemudian mengetahui bahwa kita adalah anak-anak Tuhan. Karena itu, hiduplah sesuai dengan perintah dan kehendak Tuhan.
Doa:
Bapa di Surga, ajar aku hidup sesuai dengan kehendak-Mu
sehingga diriku dapat menjadi pembaru bagi sesama.
Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:
Rp. 70.000,-/tahun
Rp. 8.000,-/eksemplar
Pembayaran melalui:
Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua
A/C No. 165 0000 558743
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Marketing
BCA Bidakara
A/C No. 450 558 9999
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Persembahan Kasih melalui:
BCA Bidakara
A/C No. 450 305 2990
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama