BERDOA DAN BERBUAT
Lukas 6:12-19
Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa
dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
(Luk. 6:12)
“Masih suka berdoa?” Sebuah pertanyaan yang mungkin terdengar janggal, namun sangat realistis di saat yang bersamaan. Di zaman milenial ini, berdoa barangkali menjadi hal yang tidak lagi dilakukan oleh kebanyakan anak muda. Banyak alasan. Mulai dari soal waktu, tidak sempat, tidak tahu apa yang mau didoakan, sampai merasa bahwa berdoa bukan lagi sebuah kebutuhan rohani.
Apakah Yesus berdoa? Bukankah Dia adalah Allah? Mengapa Yesus berdoa? Penulis Injil Lukas menggambarkan bahwa Yesus pergi ke sebuah bukit untuk berdoa semalam-malaman kepada Allah. Sebelum Yesus memilih dan memanggil murid-murid, Ia terlebih dahulu berdoa pada Allah. Yesus mengutamakan komunikasi dengan Allah agar Ia tetap terhubung dengan Allah. Setelah memilih dan memanggil para murid, Yesus melanjutkan pekerjaan dan pelayanan-Nya. Ia mengajar, menyembuhkan, melakukan mukjizat dan semua hal yang Allah kehendaki.
Meskipun kelihatannya sederhana dan sepele, berdoa adalah hal yang penting untuk dilakukan oleh orang percaya. Dalam doa, kita bukan saja meminta, tetapi juga mengucap syukur, dan yang paling utama adalah terus mencari kehendak Tuhan bagi kehidupan kita. “Doakan apa yang dilakukan. Lakukan apa yang didoakan.” Pepatah ini mengingatkan kita bahwa antara doa dan yang didoakan haruslah berjalan selaras. Mendoakan apa yang akan dilakukan membuat kita tetap menjaga relasi dengan Allah; melakukan apa yang didoakan menjadikan kita aktif untuk melakukan kehendak Tuhan. Berdoa dan kerjakanlah apa yang didoakan seperti Tuhan Yesus.
- Mengapa Yesus tetap berkomunikasi dengan Allah?
- Apa yang menghalangi kita dalam menjaga komunikasi dengan Allah?
Pokok Doa: Mendoakan yang dilakukan dan melakukan yang didoakan.
Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:
Rp. 70.000,-/tahun
Rp. 8.000,-/eksemplar
Pembayaran melalui:
Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua
A/C No. 165 0000 558743
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Marketing
BCA Bidakara
A/C No. 450 558 9999
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Persembahan Kasih melalui:
BCA Bidakara
A/C No. 450 305 2990
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama