ROTI HIDUP
Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur,
memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka,
kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu;
perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”
(Luk. 22:19)
Saat kita merayakan Perjamuan Kudus, Pendeta membacakan bagian ayat Alkitab seperti yang tertulis di atas. Pernyataan itu menegaskan kepada kita bahwa Tuhan Yesus sendiri yang memerintahkan-Nya. Iman kita memang tidak mengarah pada roti yang sedang dipegang oleh Pendeta, namun lebih pada apa makna roti itu, yaitu pada tubuh Kristus yang merelakan dirinya dikurbankan. Roti yang dipegang dan dipecah-pecahkan oleh Pendeta memang tetap roti dan tidak berubah bentuk menjadi tubuh Kristus. Dalam pemecahan roti itu kita diingatkan bagaimana kita menyatu dalam penderitaan dan kesengsaraan Kristus yang menyelamatkan kita. Saat itu pula, sesungguhnya, kita sedang diingatkan sejauh mana kasih kita kepada-Nya dan seberapa besar kasih yang kita wujudkan kepada-Nya melalui sesama kita.
Sobat Lansia, mari kita sambut perayaan Perjamuan Kudus dengan mengambil roti dan memakannya disertai penghayatan bahwa iman kita dipelihara dalam persekutuan dengan dan di dalam Kristus. Perbuatan baik dan penghayatan kasih kita bukan hanya dilakukan menjelang Perjamuan Kudus saja, namun dalam sepanjang hidup kita. Mari kita sambut dengan syukur.
DOA:
Terima kasih, Bapa, kami diperkenankan mengambil roti Perjamuan Kudus.
Kiranya kami diingatkan untuk rela berkorban
seperti Engkau telah berkorban bagi kami. Amin.
Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:
Rp. 70.000,-/tahun
Rp. 8.000,-/eksemplar
Pembayaran melalui:
Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua
A/C No. 165 0000 558743
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Marketing
BCA Bidakara
A/C No. 450 558 9999
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Persembahan Kasih melalui:
BCA Bidakara
A/C No. 450 305 2990
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama